January 2011
13 posts
24 Januari 2011, 02:45:46
Sayang,
Akhirnya aku bisa mengucap kata itu padamu. Tanggal 24 Januari ini kita menamai suatu hubungan kita, ya Pacaran. Sebagai kekasih yang saling mengasihi. Mencoba berjalan menuju akhir dari sebuah cerita, bagamana selalu mengukir kisah-kisah indah (katamu), bagaimana memunculkan pelangi ditiap harinya (kataku), dan bagaimana cara menjaga langit selalu ada (katamu). Antara percaya dan tidak...
Kamu itu indah, keindahan sesaat, namun tidak bisa selalu dinikmati
Kamu itu pelengkap, pemberi warna setelah abu-abu.
Kamu itu tidak selalu ada. Kadang datang, kemudian pergi. Menghilang.
Tapi kamu ada.
dan kamulah PELANGI itu
sesuatu yang indah yang dinanti setelah hujan
SADGENIC: Ini tanyaku... →
sadgenic:
Coba terangkan bagaimana aku bisa membuat pelangi, kalau semua warna ada padamu?
Coba terangkan, bagaimana aku bisa menjadi terang jika semua cahaya masih tersembunyi di matamu?
Coba terangkan, bagaimana aku bisa menghela nafas jika udaraku masih tersimpan dalam hembusmu?
Coba terangkan,bagaimana aku bisa berhenti membaca? karena kau yang memegang akhir cerita
Coba terangkan,...
Terasa seperti yang berputus asa
Berbicara sendiri pun sudah biasa
Ucapannya selalu sama
Terus saja diulangnya
Satu kalimat
“Tuhan, jangan kau kirimi aku cinta bila akhirnya ku buat dia menangis”
Zarry Hendrik: Menyedihkan →
Ternyata cinta terlalu kuat, terlalu mudah meremuk aku.
Aku mengigil dan semakin merasakanmu.
Kedatanganmu bagai malaikat.
Kepergianmu, seakan ada malaikat menghantuiku.
Tersiksa, ini menyiksa.
Mendakwai diri seperti ini.
Hati menjadi diam dan terpelintir oleh masa lalu yang berputar-putar di dalamnya.
Semakin retak, patah mendekat.
Sekarang aku tidak mengerti apa maunya takdir....
Aku adalah senjamu menanti untuk kau jemput. aku adalah mataharimu yang ingin...
Aku selalu bersikukuh kalau aku tidak sedang jatuh cinta. Tapi menghadapimu,...
Kau merasa dicintai, lalu merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tentang cinta ? Sadarlah .
Bergulat rasa di dalam hati, aku dibanting sampai terjatuh. Jatuh cinta.
– (via zarryhendrik)
1 tag
Aku Butuh Kamu
Seperti ingin menenggelamkan kepala ke dalam air. Membersihkan diri dari pikiran yang selalu mengkudeta keinginan diri untuk bersama cinta.
Hanya untuk bersamamu, mengapa aku jadi sekeras ini? Padahal telah ku cicipi bagian di dalamnya. Terdapat suatu tawa, indah berbagi, dan rasa nyaman.
Tapi pertengkaran hati dan pikiran tak pernah mau berdamai, apa kau mampu menjadi penengah dan pemersatu...
-KOsOng-
Sesak mendesak Ada yang terisak Ada rindu menyiksa
Terasa kosong Panas hati melonglong Entah apa yang harus disongsong
Tatapan tak berisi sejenak termenung tak terkondisi Tak bertujuan hanya menyisir Ruang hampa tak terisi hati
—————
2 januari 2011 Suatu sore di sudut kamar
Ku sebut dia Bintang
Ku sebut dia Bintang Saat malam membiarkanku menangis di sudut kota hati mati teriris Dia memberi terang
Ku sebut dia Bintang Menuntun ku perlahan Menuju cahaya indah Dia bilang itu Cinta
Ku sebut dia Bintang Berkelip genit nan riang menggoda Berharap bintang segera jatuh Jatuh ke dalam hatiku ;)